Efisiensi Maksimal! Baru Menjabat, Dirut BPR Prisma Dana Jefferson Lungkang Berhasil Lampaui Target

MONITORSULUT,MANADO – Baru beberapa bulan menjabat sebagai Direktur Utama BPR Prisma Dana, Jefri Lungkang langsung menunjukkan gebrakan dalam efisiensi biaya dan optimalisasi tenaga kerja. Sejak diputuskan dalam RUPS BPR Prisma Dana pada Agustus, ia berhasil membawa Bank ini mencapai efisiensi yang signifikan pada Desember, bahkan melampaui target dalam rencana bisnis tahunan, terutama dalam aspek laba dan pengelolaan biaya.

“Kami di bank tidak boleh melakukan pemborosan. Bagaimana laba bisa meningkat jika ada pemborosan?” ujar Jefferson Lungkang.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah memangkas biaya-biaya yang tidak ada kaitannya dengan operasional bank.

“Kalau cuma mengikuti acara yang bersifat seremonial, seminar-seminar, study banding ya kita hold dulu lah. Nanti kalau kinerja keuangannya sudah membaik atau arahnya akan melebihi target bolehlah. Tapi kalau sudah di Triwulan 3 targetnya masih 50 persen ya harus pengetatan. Begitu juga dengan optimalisasi tenaga kerja harus dihitung hasil/outputnya. Kan tenaga kerja itu dibayar setiap bulan jadi harus menghasilkan,” ungkap Jeffri.

Strategi optimalisasi lainnya yaitu dengan mengadakan Work Load Analysis atau Analisa Beban Kerja di satu unit agar volume kerja dan beban kerjanya seimbang.

“Jangan volume kerjanya sedikit tapi di unit itu banyak tenaga kerjanya. Apabila demikian pengalihan tenaga kerja yang menumpuk di satu unit harus dialihkan ke unit atau cabang lain, sehingga operasional tetap berjalan optimal tanpa perlu penambahan sumber daya baru,” tambah Jeffri.

Selain efisiensi, BPR Prisma Dana tetap berkomitmen menyalurkan kredit usaha sesuai program pemerintah pusat dan pemerintah daerah, terutama bagi kredit usaha UMKM.

Ke depan Jeffri akan meningkatkan kredit usaha mikro tanpa mengabaikan kredit ASN yang juga dibutuhkan bagi para pegawai aparatur negara yang tingkat risiko kreditnya rendah. Namun untuk menghindari risiko yang dilihat dari ratio Non-Performing Loan (NPL) yang tinggi, manajemen menekankan peningkatan kualitas analis kredit.

“Semua bank yang mengalami NPL tinggi itu biasanya dari kredit UMKM. Untuk itu, kami meminimalisir risiko macet dengan meningkatkan pendidikan bagi para analis,” tambahnya.

Jefri Lungkang optimistis BPR Prisma Dana akan terus tumbuh secara sehat dan berkontribusi dalam mendukung perekonomian masyarakat dan yang menjadi program pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Gubernur YSK dan Victor yaitu “Mensejahterakan Masyarakat”.

(yulia)